Hmm, siapa perempuan itu…?
Bergegas seperti menawarkan cinta.
Ia datang membawa bahasa jiwa.
Mengikat ikhlasnya hati.
Mampu melenyapkan ruang keraguan.
Mampu menjadi pembagi dalam kejenuhan.
Mampu hadir di setiap sudut ruang gerak.
Menatap derap langkahnya.
Memberi kedamaian jiwa.
Memecah ketakutan.
Menumpulkan kemarahan.
Bagiku, ia mempesona.
Akankah kupastikan putih?.
Atau kubiarkan saja tetap abu-abu?.
Ah, tak tahu lah.
Aku bingung.
Aku telah lama mati dalam angan.
Cintaku pun telah lama kuhilangkan.
Kadang kupikir main hati menyegarkan.
Tanpa rasa, kesakitan.
Tanpa lisan, timbul kegundahan.
Detik inipun aku tak mampu mendefinisikan tentang perasaanku.
Mengagumi?.
Atau mengagumi yang mampu dikonversikan menjadi cinta?.
Sekali lagi, aku bingung.
Ia mampu menguasai pikiranku.
Mungkin nanti.
Ya, mungkin nanti akan kupastikan siapa aku sebenarnya.
Karena apalah arti mencinta jika tidak dalam kondisi kita yang sebenarnya.
“kawan...bagaimana jika kita mencinta, tapi tidak dalam kondisi kita yang sebenarnya”, sarwo priadi
Pengacara Akan Dipanggil Terkait Kasus Kakanim Bandara Soetta
-
Polisi akan memanggil 3 pengacara dari Cakra & Co Law Firm terkait kasus
pemalsuan dokumen perlintasan di imigrasi Bandara Soekarno-Hatta.
1 jam yang lalu






Comments :
Poskan Komentar