Pagi itu sangat berbeda, terlihat berbagai makanan dan kue-kue tersaji di tiap sudut-sudut rumah. Diteras rumah tampak banyak sekali bangku warna hijau dan merah yang terbuat dari plastik, tersebar rapi lengkap dengan tenda berwarna biru sebagai atapnya. Dipojokkan ada petasan agak besar yang panjang berkaitan satu sama lainnya, mirip rantai-rantai kapal. Orang-orang berkerumun bak melihat maling yang terkapar sehabis dipukuli massa, ada juga yang mengobrol santai dengan tak hentinya menguyah kacang sangrai yang tersedia di meja. Ada banyak saudara saya, tapi biasanya mereka ada di kampung, aneh.
Tampak ada meja panjang yang diatasnya terpasang alat-alat makan lengkap berbagai ukuran,meja prasmanan sepertinya.
Aneh(lagi), adik saya juga sudah terbangun, sangat rapi dengan baju koko baru bergambar upin dan ipin, hmm, tampak sangat keren.
Biasanya saya ganggu dia sampai dia terbangun, sebelum terjadi pergulatan kecil antara kami diatas kasur, lalu saya pakai jurus andalan:kelitikan maut.
Tapi saya tetap cuek dengan terus melaksanakan kegiatan pagi saya yang rutin, kegiatan sebelum berangkat kerja.
Hmm, ada apa gerangan?, ramai sekali rumah saya!.
“ya Allah!!!”
”adik gw sunatan, gw lupa….”, teriak saya kecil.
Rupanya saya terlalu sibuk bekerja.
Lalu saya terdiam, merenung. Apa saja yang sebenarnya sudah saya lewatkan dan saya tinggalkan?
Apakah teman-teman saya?
Keluarga saya?, mana pernah?, kegiatan dirumah hanya menumpang tidur saja.
Buku?, yang dulu sering saya baca berulang-ulang kali, janji untuk membeli minimal satu buku dalam sebulanpun tak terpenuhi.
Main bola tanpa alas kaki di lapangan kampung?, ah, tak usahlah, mana sempat.
Kuliah?, tidak pernah saya mengerjakan tugas-tugas kuliah saya, bahkan kuliahpun hanya waktu sisa.
Berbagi denga orang lain?
Memperjuangkan sesuatu?
Mempropagandakan pemikiran?
Berjualan di tempat-tempat seminar?
Jalan sore dengan adik?
Membuat tulisan-tulisan ringan?
Atau saya telah melupakan tujuan utama saya?, yang dalam hal ini diawali dengan mengikuti kajian.
Ternyata pekerjaan saya mengalihkan tujuan hidup saya yang utama.
Kini, saya menyadari bahwa jiwa saya terbelenggu.
"akankah pekerjaan kita mengalihkan tujuan utama kita???", tulis saya di FB.
Akibat Rusuh, Kerugian LP Kerobokan Diperkirakan Lebih dari Rp 1,2 M
-
Kerusuhan di LP Kerobokan Bali yang dipicu oleh narapidana beberapa waktu
lalu menimbulkan kerugian mencapai Rp 1,2 miliar. Namun angka kerugian
tersebut d...
59 menit yang lalu






Comments :
Poskan Komentar